Dengarkan Sepuluh Ribu Bu Ijah lagu dari Dewa dengan lirik

Sepuluh Ribu Bu Ijah

Dewa1 Jan 1970

Lirik Sepuluh Ribu Bu Ijah

Asap sayur lodeh ngepul

Di depan muka

Aku duduk di bangku kayu

Yang kakinya mulai pincang

Di sebelah

Kaca dingin kafe memantulkan neon silau

Bu Ijah ngelap meja plastik

Yang sebenarnya sudah terang

Tangannya keriput

Diam menunggu

Orang mampir makan siang

Suara ulekan batu

Beradu pelan

Ngalahin bising jalanan Bandung

Yang makin edan

Warung Bu Ijah tak punya AC

Tak ada WiFi

Apalagi Instagram

Tapi dia hapal namamu

Senyumnya lebih hangat

Dari nasi baru matang

Dua puluh lima tahun

Harga selalu sepuluh ribu

Bukan karena dia tak mengerti

Zaman yang berlari

Tapi dia tahu

Yang duduk di sini

Bukan orang berduit tinggi

Tiba-tiba masuk pemuda

Bawa lampu cincin terang

Lensa kamera ponsel menunjuk

Ke piring tempe gorengku

Besoknya

Antrian panjang anak muda menutupi jalan

Mata mereka menunduk

Menatap layar yang menyala biru

Ruangan sempit ini mendadak sesak

Oleh wangi parfum baru

Bising suara rana kamera

Bersahutan

Tapi ketukan ulekan batu itu

Tak pernah pelan

Warung Bu Ijah tak punya AC

Tak ada WiFi

Apalagi Instagram

Tapi dia hapal namamu

Senyumnya lebih hangat

Dari nasi baru matang

Dua puluh lima tahun

Harga selalu sepuluh ribu

Bukan karena dia tak mengerti

Zaman yang berlari

Tapi dia tahu

Yang duduk di sini

Bukan orang berduit tinggi

Kamera akan pergi

Tren pasti berganti arah

Kuli bangunan dan mahasiswa tua

Yang akan tetap singgah

Di tengah kilau neon

Dan layar yang terus merekam

Tangan keriputnya tetap menyodorkan

Piring usang

Aku serahkan selembar uang

Sepuluh ribu lecek dari saku

Dia tersenyum

Mengangguk

Menyebut namaku pelan

Dunia boleh berubah

Tapi meja ini

 

Tetap jadi pelukan