Chrisye

60.3k pengikut

Chrisye – Cahaya Dikegelapan Musik Indonesia Menjadi maestro musik Indonesia ternyata tidak seindah yang dibanyangkan oleh kita sebagai orang biasa. Perjalanan Chrisye dalammeniti karir sebagai musisi ternyata tidak seperti musisi lain yang kita temukan, berlimpah harga, tanpa hutang, dan mudah mendapatkan job dimana-mana. Chrisye lahir dengan nama Christiansyah Rahadi ini lahir dengan latar belakang keluarga Tionghoa. Kita tahu, bahwa zaman dahulu, menjadi orang keturunan akan memiliki kesulitan tersendiri dalam hal pekerjaan. Tapi hal tersebut ternyata tidak membuat Chrisye patah arah, ia ternyata memiliki perjuangan yang tidak main-main. Sejak SMA, ia dan kakaknya, Joris, membentuk sebuah band dan bermain dari panggung ke panggung. Kemudian di akhir 1960an ia bergabung menjadi anggota Sabda Nada yang kemudian berubah nama menjadi Gipsy. Dengan band ini, ia berhasil melakukan penampilan di New York pada tahun 1973. Tiga tahun kemudia ia dan Guruh Soekarnoputra merekam lagu-lagu indie mereka dengan nama Guruh Gipsy. Band tersebut berhasil membawakan tembang-tembang terbaiknya yang diantaranya paling banyak dikenal adalah “Lilin-Lilin Kecil” dan “Badai Pasti Berlalu” yang ditulis oleh James F. Sundah. Kedua lagu tersebut juga sempat dinyanyikan ulang oleh Chrisye dengan versi yang lebih modern dan mendapat perhatian yang cukup banyak. Keberhasilan Chrisye membuat ia digaet oleh Musica Studio untuk membuat album perdananya “Sabda Alam” pada tahun 1978. Selama 25 tahun lebih berkarya, ia telah mengeluarkan 18 album solo dan satu judul film di tahun 1981 yang berjudul Seindah Rembulan. Tidak seperti musisi kebanyakan, penampilan Chrisye terlihat lebih kaku dan tidak selemas musisi-musisi sekarang. Dipadu dengan suaranya yang angelic dan kuat, ciri khas suara yang tidak dimiliki orang lain ini membuatnya menerima lifetime awards di tahun 1993 dan BASF awards di tahun 2007 dari SCTV. Kemudian di tahun 2011, Chrisye meraih posisi ketiga sebagai musisi terbaik sepanjang masa dari Rolling Stone. Karena sibuk bekerja, Chrisye sering tidak bisa menghabiskan waktu bersa anak-anaknya, bahkan ia kerap sakit ketika harus mengejar deadline dari album yang ditulisnya. Kendati demikian, semua karya-karya dari Chrisye sering dinyanyikan ulang bahkan digunakan untuk berbagai acara. “Hip Hip Hura”, “Metropolitan”, “Sendiri” adalah tiga contoh lagu yang sampai sekarang paling dihafal. Didalam setiap video musik yan g dihasilkannya, Chrisye selalu meminta untuk tidak menjadi sorotan. Bisa dilihat, berbagai video musik yang dirilis oleh Chrisye, kebanyakan menampilkan model video klip saja. Kehidupan Chrisye sebagai musisi ternama juga berbeda dengan musisi kebanyakan. Media hampir tidak pernah menyorot kehidupan keluarganya ataupun isu-isu yang menerpa. Sejak menikahi Damayanti Noor 1982, mereka dikarunia dengan empat orang anak, dimana kesemuanya menemani sang ayah hingga akhir hayat.

Baca Lebih Lanjut

Video & MV

About Chrisye

Chrisye – Cahaya Dikegelapan Musik Indonesia 

Menjadi maestro musik Indonesia ternyata tidak seindah yang dibanyangkan oleh kita sebagai orang biasa. Perjalanan Chrisye dalammeniti karir sebagai musisi ternyata tidak seperti musisi lain yang kita temukan, berlimpah harga, tanpa hutang, dan mudah mendapatkan job dimana-mana. 

Chrisye lahir dengan nama Christiansyah Rahadi ini lahir dengan latar belakang keluarga Tionghoa. Kita tahu, bahwa zaman dahulu, menjadi orang keturunan akan memiliki kesulitan tersendiri dalam hal pekerjaan. Tapi hal tersebut ternyata tidak membuat Chrisye patah arah, ia ternyata memiliki perjuangan yang tidak main-main. 

Sejak SMA, ia dan kakaknya, Joris, membentuk sebuah band dan bermain dari panggung ke panggung. Kemudian di akhir 1960an ia bergabung menjadi anggota Sabda Nada yang kemudian berubah nama menjadi Gipsy. Dengan band ini, ia berhasil melakukan penampilan di New York pada tahun 1973. Tiga tahun kemudia ia dan Guruh Soekarnoputra merekam lagu-lagu indie mereka dengan nama Guruh Gipsy. Band tersebut berhasil membawakan tembang-tembang terbaiknya yang diantaranya paling banyak dikenal adalah “Lilin-Lilin Kecil” dan “Badai Pasti Berlalu” yang ditulis oleh James F. Sundah. Kedua lagu tersebut juga sempat dinyanyikan ulang oleh Chrisye dengan versi yang lebih modern dan mendapat perhatian yang cukup banyak. 

Keberhasilan Chrisye membuat ia digaet oleh Musica Studio untuk membuat album perdananya “Sabda Alam” pada tahun 1978. Selama 25 tahun lebih berkarya, ia telah mengeluarkan 18 album solo dan satu judul film di tahun 1981 yang berjudul Seindah Rembulan. 

Tidak seperti musisi kebanyakan, penampilan Chrisye terlihat lebih kaku dan tidak selemas musisi-musisi sekarang. Dipadu dengan suaranya yang angelic dan kuat, ciri khas suara yang tidak dimiliki orang lain ini membuatnya menerima lifetime awards di tahun 1993 dan BASF awards di tahun 2007 dari SCTV. Kemudian di tahun 2011, Chrisye meraih posisi ketiga sebagai musisi terbaik sepanjang masa dari Rolling Stone. 

Karena sibuk bekerja, Chrisye sering tidak bisa menghabiskan waktu bersa anak-anaknya, bahkan ia kerap sakit ketika harus mengejar deadline dari album yang ditulisnya. Kendati demikian, semua karya-karya dari Chrisye sering dinyanyikan ulang bahkan digunakan untuk berbagai acara. “Hip Hip Hura”, “Metropolitan”, “Sendiri” adalah tiga contoh lagu yang sampai sekarang paling dihafal. 

Didalam setiap video musik yan g dihasilkannya, Chrisye selalu meminta untuk tidak menjadi sorotan. Bisa dilihat, berbagai video musik yang dirilis oleh Chrisye, kebanyakan menampilkan model video klip saja. 

Kehidupan Chrisye sebagai musisi ternama juga berbeda dengan musisi kebanyakan. Media hampir tidak pernah menyorot kehidupan keluarganya ataupun isu-isu yang menerpa. Sejak menikahi Damayanti Noor 1982, mereka dikarunia dengan empat orang anak, dimana kesemuanya menemani sang ayah hingga akhir hayat.

Kamu mungkin suka