Pamungkas

238.7k pengikut

Idealisme Bermusik Ala Pamungkas Nama Rizky Ramahardian Pamungkas atau biasa dipanggil Pamungkas kemungkinan masih langka terdengar bagi kebanyakan orang-orang. Tapi siapa sangka, musisi yang pernah kerja di acara Islam Itu Indah sebagai audio broadcast, gitaris, dan juga vokalis ini, adalah orang yang benar-benar mencintai musik dan rela berkorban demi karirnya. Bagaimana tidak, sedari kecil, Pamungkas telah menunjukkan bakat seni yang luar biasa hanya dalam waktu singkat, belajar gitar, les drum, dan lain-lainnya dipahami dengan sangat cepat. Hingga pada masa remaja, ia sudah melompat dari satu panggung ke panggung lain, dari satu kafe ke kafe lain untuk bermusik dan mendapatkan bayaran yang bisa dibilang besar waktu itu. Karena perbedaan pandangan hidup dengan orang tua, dimana ia ingin berkarir langsung di musik dan orang tua meninginkannya untuk menyelesaikan sekolah; Pamungkas akhirnya mengambil jalan tengah dengan melakukan homeschooling dan bermusik dalam waktu yang bersamaan. Memang bakatnya dimusik tidak bisa dipungkiri, ia berhasil menyelesaikan homecshoolingnya yang dibiayai dari kerja kerasnya bermusik saat itu. Ia juga melanjutkan kuliah 4 tahun setelah lulus SMA dengan jurusan Desain Komunikasi Visual. Selama masih aktif berstatus mahasiswa, Pamungkas merilis Album “Walk The Talk” yang ditulis dan diproduserinya sendiri. Pamungkas merekam lagu dan mendasin albumnya di studio milikinya “Mas Pam Records”. Dengan pendidikan Desain Komunikasi Visual, hal teresebut dilakukannya dengan mudah. Album dengan genre pop alternatif dan folk pop ini memiliki 16 lagu yang terinspirasi dari British music seperti Lennon, Jacob Collier, Rex, dan Disclosure. Di sini, pendengar akan melihat bagaimana cara Pamungkas melihat arti kehidupan, cinta, pertemanan, dan proses pendewasaan diri yang dihadapinya. Lagu-lagu ini ditulis oleh Pam sejak tahun 2012, dan terealisasi berkat tugas kuliahnya yang mengharuskannya untuk membuat sebuah brand dan mempromosikannya ke pasaran. Di album ini, kita bisa menemukan lagu : Intro I, Walk The Talk, We`ll Carry On, Boy dan 12 lagu lainnya. Dengan berbagai apresiasi dari musisi-musisi lain, Pamungkas membuat versi remix dari album “Walk the Talk (Remix) dengan menggaet musisi ternama seperti: Petra Sihombing, Attila Syah (ATTSY), PurpleDuckTape, Kamga (group musik Tangga), Kang, Tomatow, dan Artyan. Bersama-sama mereka akan menyanyikan lagu-lagu di album tersebut dengan versi mereka sendiri. Album remix ini rilis secara bertahap dari 14 Februari hingga 1 Maret 2019. Di tahun yang sama, ia merilis album kedua, “Flying Solo” yang kurang lebih menceritakan pikiran Pamungkas setelah putus dengan pujaan hatinya. Album ini terdiri dari 11 lagu yang kental dengan genre pop dengan sentuhan synth dan keyboard yang memperlihatkan kematangannya dalam bermusik. Selain itu 2 intro dan 1 outro di album juga memberikan nuansa berbeda namun tetap dalam konteks British music yang menjadi ciri khasnya. Idealis mungkin adalah kata yang cocok untuk seorang Pamungkas, dimana hal tersebut dibenarkan melalui albumnya “Solipisme”. Dengan 11 lagu baru akan dihadirkan dalam album digital ini yang diantaranya adalah Hearts, Intentions, Be My Friends, dan lainnya bisa di dapatkan di platform-platform digital.

查阅更多

Video & MV

About Pamungkas

Idealisme Bermusik Ala Pamungkas
Nama Rizky Ramahardian Pamungkas atau biasa dipanggil Pamungkas kemungkinan masih langka terdengar bagi kebanyakan orang-orang. Tapi siapa sangka, musisi yang pernah kerja di acara Islam Itu Indah sebagai audio broadcast, gitaris, dan juga vokalis ini, adalah orang yang benar-benar mencintai musik dan rela berkorban demi karirnya.

Bagaimana tidak, sedari kecil, Pamungkas telah menunjukkan bakat seni yang luar biasa hanya dalam waktu singkat, belajar gitar, les drum, dan lain-lainnya dipahami dengan sangat cepat. Hingga pada masa remaja, ia sudah melompat dari satu panggung ke panggung lain, dari satu kafe ke kafe lain untuk bermusik dan mendapatkan bayaran yang bisa dibilang besar waktu itu. Karena perbedaan pandangan hidup dengan orang tua, dimana ia ingin berkarir langsung di musik dan orang tua meninginkannya untuk menyelesaikan sekolah; Pamungkas akhirnya mengambil jalan tengah dengan melakukan homeschooling dan bermusik dalam waktu yang bersamaan.

Memang bakatnya dimusik tidak bisa dipungkiri, ia berhasil menyelesaikan homecshoolingnya yang dibiayai dari kerja kerasnya bermusik saat itu. Ia juga melanjutkan kuliah 4 tahun setelah lulus SMA dengan jurusan Desain Komunikasi Visual. 

Selama masih aktif berstatus mahasiswa, Pamungkas merilis Album “Walk The Talk” yang ditulis dan diproduserinya sendiri. Pamungkas merekam lagu dan mendasin albumnya di studio milikinya “Mas Pam Records”. Dengan pendidikan Desain Komunikasi Visual, hal teresebut dilakukannya dengan mudah.

Album dengan genre pop alternatif dan folk pop ini memiliki 16 lagu yang terinspirasi dari British music seperti Lennon, Jacob Collier, Rex, dan Disclosure. Di sini, pendengar akan melihat bagaimana cara Pamungkas melihat arti kehidupan, cinta, pertemanan, dan proses pendewasaan diri yang dihadapinya.

Lagu-lagu ini ditulis oleh Pam sejak tahun 2012, dan terealisasi berkat tugas kuliahnya yang mengharuskannya untuk membuat sebuah brand dan mempromosikannya ke pasaran. Di album ini, kita bisa menemukan lagu : Intro I, Walk The Talk, We`ll Carry On, Boy dan 12 lagu lainnya.

Dengan berbagai apresiasi dari musisi-musisi lain, Pamungkas membuat versi remix dari album “Walk the Talk (Remix) dengan menggaet musisi ternama seperti: Petra Sihombing, Attila Syah (ATTSY), PurpleDuckTape, Kamga (group musik Tangga), Kang, Tomatow, dan Artyan. Bersama-sama mereka akan menyanyikan lagu-lagu di album tersebut dengan versi mereka sendiri. Album remix ini rilis secara bertahap dari 14 Februari hingga 1 Maret 2019.

Di tahun yang sama, ia merilis album kedua, “Flying Solo” yang kurang lebih menceritakan pikiran Pamungkas setelah putus dengan pujaan hatinya. Album ini terdiri dari 11 lagu yang kental dengan genre pop dengan sentuhan synth dan keyboard yang memperlihatkan kematangannya dalam bermusik. Selain itu 2 intro dan 1 outro di album juga memberikan nuansa berbeda namun tetap dalam konteks British music yang menjadi ciri khasnya.

Idealis mungkin adalah kata yang cocok untuk seorang Pamungkas, dimana hal tersebut dibenarkan melalui albumnya “Solipisme”. Dengan 11 lagu baru akan dihadirkan dalam album digital ini yang diantaranya adalah Hearts, Intentions, Be My Friends, dan lainnya bisa di dapatkan di platform-platform digital.

Kamu mungkin suka