Ardhito Pramono

61.9k pengikut

Pionir Muda Musik Jazz Indonesia: Ardhito Pramono Ardhito adalah satu dari sekian banyak musisi jazz yang banyak bermunculan di dunia musik Indonesia. Berawal dari kecintaannya akan musik, dia mulai menulis sendiri lagu-lagu ciptaannya saat masih berada di bangku kuliah JMC Academy, Australia dari tahun 2013. Karya-karyanya di unggah melalui kanal YouTubenya untuk melihat reaksi dari pendengar. Awalnya dia menyanyikan lagu cover seperti She Was Mine dari AJ Rafael, kemudian menulis dan menyanyikan lagunya sendiri pada tahun 2014. Menggeluti musik jazz adalah hal yang cukup sulit bagi Ardhito, hal ini karena selera musik Indonesia sangat jauh dari genre ini. Terlebih background pendidikannya yang menggeluti bidang Film, musik merupakan tantangan tersendiri bagi masa depan karirnya. Sebelum tahun 2016, ia sebenarnya masih aktif bekerja, namun karena dia adalah tipikal orang yang tidak bisa bekerja dibawah tekanan orang lain, maka Ardhito memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus karirnya di musik. Ardhito mencintai musik jazz karena ia merasa bisa lebih ekspresif tentang apa yang ingin dinyanyikannya dibandingkan genre lain. Ia bisa bercerita tentang kehidupan sehari-harinya atau bahkan hal-hal yang bersifat pribadi dengan leluasa. Lagu pertama yang diunggah oleh Ardhito yaitu I Placed My Heart dan What Do You Feel About Me. Di tahun 2018, Ardhito berhasil masuk nominasi AMI (Anugrah Musik Indonesia) yang merupakan penghargaan atas kategori “Karya Produksi Terbaik” dan “Artis Jazz Vokal Terbaik”. Saat ini Ardhito bekerja dibawah nama label Sony Music Entertainment Indonesia. Dengan bakat musiknya, dia juga sempat menjadi Artist Spotlight of the Month untuk bulan April 2019 untuk beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Hong Kong, dan Selandia Baru. Ditahun ini juga, ia juga merilis EP dengan judul “A Letter to my 17 Years Old” dimana mini-albumm ini berisi lima lagu yang berjudul: Fake Optics, Bitterlove, Superstar, Say Hello, dan Cigarettes of ours. Di tahun 2019, Ernest Prakarsa menggandeng Ardhito Pramono untuk mengisi soundtrack Susah Sinyal yang dibintangi oleh Aurora Ribero. Ardhito menuliskan lagu “Bila” yang merupakan bagian dari album “A Letter to My 17 Years Old” dimana ia masih menjadi penyiar di Trax FM. Meskipun jazz adalah genre musik yang membawa namanya terkenal, ia juga tidak mau mengkotak-kotakkan dirinya sebagai penyanyi jazz. Ardhito berfikir bahwa jiwa seni itu seharusnya dibiarkan bebas tanpa hambatan agar karya yang disampaikan bisa penuh dan jujur. Saat ini disela karir musiknya, dia mengisinya dengan tetap membuat konten-konten YouTube yang tidak hanya tentang musik saja, namun menunjukkan sisi dan bakat lain dari Ardhito.

查阅更多

About Ardhito Pramono

Pionir Muda Musik Jazz Indonesia: Ardhito Pramono
Ardhito adalah satu dari sekian banyak musisi jazz yang banyak bermunculan di dunia musik Indonesia. Berawal dari kecintaannya akan musik, dia mulai menulis sendiri lagu-lagu ciptaannya saat masih berada di bangku kuliah JMC Academy, Australia dari tahun 2013. Karya-karyanya di unggah melalui kanal YouTubenya untuk melihat reaksi dari pendengar. Awalnya dia menyanyikan lagu cover seperti She Was Mine dari AJ Rafael, kemudian menulis dan menyanyikan lagunya sendiri pada tahun 2014.

Menggeluti musik jazz adalah hal yang cukup sulit bagi Ardhito, hal ini karena selera musik Indonesia sangat jauh dari genre ini. Terlebih background pendidikannya yang menggeluti bidang Film, musik merupakan tantangan tersendiri bagi masa depan karirnya. Sebelum tahun 2016, ia sebenarnya masih aktif bekerja, namun karena dia adalah tipikal orang yang tidak bisa bekerja dibawah tekanan orang lain, maka Ardhito memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus karirnya di musik.

Ardhito mencintai musik jazz karena ia merasa bisa lebih ekspresif tentang apa yang ingin dinyanyikannya dibandingkan genre lain. Ia bisa bercerita tentang kehidupan sehari-harinya atau bahkan hal-hal yang bersifat pribadi dengan leluasa.

Lagu pertama yang diunggah oleh Ardhito yaitu I Placed My Heart dan What Do You Feel About Me. 

Di tahun 2018, Ardhito berhasil masuk nominasi AMI (Anugrah Musik Indonesia) yang merupakan penghargaan atas kategori “Karya Produksi Terbaik” dan “Artis Jazz Vokal Terbaik”. 

Saat ini Ardhito bekerja dibawah nama label Sony Music Entertainment Indonesia. Dengan bakat musiknya, dia juga sempat menjadi Artist Spotlight of the Month untuk bulan April 2019 untuk beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Hong Kong, dan Selandia Baru. Ditahun ini juga, ia juga merilis EP dengan judul “A Letter to my 17 Years Old” dimana mini-albumm ini berisi lima lagu yang berjudul: Fake Optics, Bitterlove, Superstar, Say Hello, dan Cigarettes of ours.

Di tahun 2019, Ernest Prakarsa menggandeng Ardhito Pramono untuk mengisi soundtrack Susah Sinyal yang dibintangi oleh Aurora Ribero. Ardhito menuliskan lagu “Bila” yang merupakan bagian dari album “A Letter to My 17 Years Old” dimana ia masih menjadi penyiar di Trax FM.

Meskipun jazz adalah genre musik yang membawa namanya terkenal, ia juga tidak mau mengkotak-kotakkan dirinya sebagai penyanyi jazz. Ardhito berfikir bahwa jiwa seni itu seharusnya dibiarkan bebas tanpa hambatan agar karya yang disampaikan bisa penuh dan jujur. Saat ini disela karir musiknya, dia mengisinya dengan tetap membuat konten-konten YouTube yang tidak hanya tentang musik saja, namun menunjukkan sisi dan bakat lain dari Ardhito.

Kamu mungkin suka