Lewis Capaldi

355.1k pengikut

Jika bakat seorang Lewis Capaldi belum disadari sampai sekarang –kerja keras konsisten, menulis, merekam, merekam dan menjual lagi ke venue-venue tanpa dibubuhi namanya- maka kita tidak mungkin akan bisa menikmati lagu terbaik ditahun ini dan akan menjadi soundtrack of my life bagi yang patah hati. Single perdananya, “Bruises”, memberikan tiga setengah menit jiwa yan gmerintih kesakitan yang mendefinisikan proses signifikan seorang artis yang sedang menjalani masa perkembangan karir yang cerah. Bagaimana tidak, ia ditunjuk sebagai nominasi pertama dan penampilan pertama untuk Scottish Music Awards di Glasgow. Lewis selalu mencintai musik, disekolahnya ia dikenal seorang yang chubby dan terbiasa dilihat bernyanyi. Melakukan tour dan penampilan live bukanlah hal yang baru bagi dirinya, tapi sesi foto dan berfoto bersama fans masih terasa asing untuk pria balsteran Italia ini. 12 bulan sejak “Divinely Uninspired to a Hellish Extent” dirilis, sebuah album yang begitu sukses hingga mengubahnya menjadi pangeran patah hati dan keputus asaan. Dalam 12 bulan tersebut, penulis dan penyanyi 12 tahun tersebut telah banyak melakukan berbagai penampilan di seluruh dunia, menaklukkan berbagai tangga lagu dan menerima nominasi Grammy pertamanya untuk “Song of the Year” dengan lagu “Someone You Loved”. Dengan keadaan dimana touring tidak bisa dilakukan karena pandemi, ia menerima live EP, “To Tell the Truth I Can`t Believe We Got This Far” yang dirilis 2020 tepat 1 tahun umur album “Divinely Uninspired”. Live session tersebut merupakan bentuk terima kasih dirinya kepada para fans dan juga merefleksikan titik balik yang dirasakannya beberpa tahun sebelumnya. Daya tarik dari Lewis sangat mudah untuk di jelaskan –vokalnya, pertama dan utama sekali sangat besar dan penuh dengan suara serak seperti idolanya Joe Cocker dan Sia. Secara lirik, ia tidak melakukannya dengan kata-kata yang begitu puitis ataupun melankolis, namun terdapat ketulusan dan kerapuhan didalamnya. Lagu-lagunya memiliki tipe berbeda seperti Ballad di “Someone You Loved” dan “Fade”, genre soul di “Don`t Get Me Wrong”, atau folk-pop dalam lagu “Maybe” dan “Hollywood”. Setelah mengalami kebuntuan selama beberapa minggu karena pandemi, ia mulai mengerjakan snippets dari tahun-tahun yang lalu dan ide-ide yang pernah di rekam pada memori telefonnnya. Lewis menemukan kenyamanan segar ketika bekerja dari rumah yang tidak pernah ia bayangkan, seperti melakukan istirahat 10 menit dengan berkeliling rumah ketika terbentur dengan melodi. Saat ini, Lewis sedang proses menulis lagu baru tentang alam-malam tertentu ketika ia melakukan tour dan orang-orang yang ditemuinya dalam perjalanan. Dengan berada dirumah, ia memiliki ruang untuk merefleksikan 2 tahun yang telah dilaluinya kedalam musik.

Baca Lebih Lanjut

About Lewis Capaldi

Jika bakat seorang Lewis Capaldi belum disadari sampai sekarang –kerja keras konsisten, menulis, merekam, merekam dan menjual lagi ke venue-venue tanpa dibubuhi namanya- maka kita tidak mungkin akan bisa menikmati lagu terbaik ditahun ini dan akan menjadi soundtrack of my life bagi yang patah hati.
Single perdananya, “Bruises”, memberikan tiga setengah menit jiwa yan gmerintih kesakitan yang mendefinisikan proses signifikan seorang artis yang sedang menjalani masa perkembangan karir yang cerah. Bagaimana tidak, ia ditunjuk sebagai nominasi pertama dan penampilan pertama untuk Scottish Music Awards di Glasgow.
Lewis selalu mencintai musik, disekolahnya ia dikenal seorang yang chubby dan terbiasa dilihat bernyanyi. Melakukan tour dan penampilan live bukanlah hal yang baru bagi dirinya, tapi sesi foto dan berfoto bersama fans masih terasa asing untuk pria balsteran Italia ini.
12 bulan sejak “Divinely Uninspired to a Hellish Extent” dirilis, sebuah album yang begitu sukses hingga mengubahnya menjadi pangeran patah hati dan keputus asaan. Dalam 12 bulan tersebut, penulis dan penyanyi 12 tahun tersebut telah banyak melakukan berbagai penampilan di seluruh dunia, menaklukkan berbagai tangga lagu dan menerima nominasi Grammy pertamanya untuk “Song of the Year” dengan lagu “Someone You Loved”.
Dengan keadaan dimana touring tidak bisa dilakukan karena pandemi, ia menerima live EP, “To Tell the Truth I Can`t Believe We Got This Far” yang dirilis 2020 tepat 1 tahun umur album “Divinely Uninspired”. Live session tersebut merupakan bentuk terima kasih dirinya kepada para fans dan juga merefleksikan titik balik yang dirasakannya beberpa tahun sebelumnya.
Daya tarik dari Lewis sangat mudah untuk di jelaskan –vokalnya, pertama dan utama sekali sangat besar dan penuh dengan suara serak seperti idolanya Joe Cocker dan Sia. Secara lirik, ia tidak melakukannya dengan kata-kata yang begitu puitis ataupun melankolis, namun terdapat ketulusan dan kerapuhan didalamnya. Lagu-lagunya memiliki tipe berbeda seperti Ballad di “Someone You Loved” dan “Fade”, genre soul di “Don`t Get Me Wrong”, atau folk-pop dalam lagu “Maybe” dan “Hollywood”.
Setelah mengalami kebuntuan selama beberapa minggu karena pandemi, ia mulai mengerjakan snippets dari tahun-tahun yang lalu dan ide-ide yang pernah di rekam pada memori telefonnnya. Lewis menemukan kenyamanan segar ketika bekerja dari rumah yang tidak pernah ia bayangkan, seperti melakukan istirahat 10 menit dengan berkeliling rumah ketika terbentur dengan melodi.
Saat ini, Lewis sedang proses menulis lagu baru tentang alam-malam tertentu ketika ia melakukan tour dan orang-orang yang ditemuinya dalam perjalanan. Dengan berada dirumah, ia memiliki ruang untuk merefleksikan 2 tahun yang telah dilaluinya kedalam musik.

Kamu mungkin suka