Nidji

50.7k pengikut

Nidji adalah band yang beranggotakan enam orang kreatif – Giring (Vokal), Randi (Keyboard), Andro (Bass), Adri (Drum), Ariel (Gitar), Rama (Gitar) dimana namanya sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti Pelangi. Nama ini diambil sebagai gambaran bahwa band mereka memiliki warna-warni yang berbeda pada setiap lagu yang diberikan sehingga berbeda dari kebanyakan band yang mengusung satu tema saja. Sesuai dengan tujuan tersebut, band Nidji memberikan berbagai sentuhan lain pada musik mereka mulai dari genre progresif, funk, pop, dan alternatif. Untuk kiblat bermusik sendiri, Nidji selalu mendapatkan inspirasi dari L`Arc en Ciel, Goo Goo Dolls, Radio Head, Smashing Pumpinks, U2, Dave Matthews, the Verve, Keane, the Killers, dan lain-lain. Nidji mengawali proses pembentukkannya dengan persahabatan antara Rama dan Andro. Hubungan persahabatan tersebut juga dibawa ke dalam musik hingga merilis lagu Maria. Kemudian mereka berdua menggaet Giring untuk menjadi vokalis hingga akhirnya Nidji menjadi terbentuk pada tahun 2002. Adri yang sebelumnya bekerja sebagai freelance drumer diangkat menjadi bagian dari Nidji. Album pertama Nidji dirilis pada tahun 2006 dengan judul Breakthru dimana single utamanya adalah Sudah, Disco Lazy Time, Kau & Aku, Hapus Aku. Lagu-lagu dari Nidji juga menjadi langganan mengisi soundtrack berbagai film dan sinetron seperti Laskar Pelangi, 5 cm, Street Society, Ramadhan Di Atas Awan, Sang Pencerah, dan masih banyak lagi; mereka juga merilis versi bahasa Inggris dari album ini sebagai tanda bahwa mereka peduli dengan fans internasional. Kemudian single-single hit Biarlah, Jangan Lupakan, Akhir Cinta Abadi, dan Arti Sahabat dirlis melalui album Top Up di tahun 2007. Lagu Jangan Lupakan adalah lagu yang paling berkesan bagi Giring saat itu karena ia sedang jatuh cinta berat dengan seseorang namun ia tiba-tiba diputuskan secara sepihak. Karena Giring sudah memiliki kehidupan sendiri, maka ia digantikan oleh Muhammad Yusuf Nur Ubay. Untuk bergabung dengan salah satu band legendaris di Indonesia adalah sesuatu yang besar dan cukup berat bagi Ubay. Bagaimana tidak, Nidji adalah satu dari sekian banyak band yang paling rajin mengisi soundtrack layar lebar kenamaan Indonesia dan telah memiliki basis fans yang cukup besar hingga sekarang. Walaupun masih muda, Ubay sendiri tidak kehilangan arah ketika bergabung dengan band Nidji. Semua personel lainnya sangat mendukung dan mengarahkan bagaimana visi dan misi band kedepannya bersama ia sebagai vokalis. Hingga sekarang, Nidji masih menyuarakan musik mereka dengan vokalis baru melalui lagu “Wadoow” yang bercerita tentang berbagai perselisihan yang terjadi di Indonesia, tapi melalui lagu ini, mereka berharap jika kita sebagai manusia tetap menggunakan akal sehat dan tidak terpancing buzer-buzer bayaran.

Baca Lebih Lanjut

Video & MV

About Nidji

Nidji adalah band yang beranggotakan enam orang kreatif – Giring (Vokal), Randi (Keyboard), Andro (Bass), Adri (Drum), Ariel (Gitar), Rama (Gitar) dimana namanya sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti Pelangi. Nama ini diambil sebagai gambaran bahwa band mereka memiliki warna-warni yang berbeda pada setiap lagu yang diberikan sehingga berbeda dari kebanyakan band yang mengusung satu tema saja. 

Sesuai dengan tujuan tersebut, band Nidji memberikan berbagai sentuhan lain pada musik mereka mulai dari genre progresif, funk, pop, dan alternatif. Untuk kiblat bermusik sendiri, Nidji selalu mendapatkan inspirasi dari L`Arc en Ciel, Goo Goo Dolls, Radio Head, Smashing Pumpinks, U2, Dave Matthews, the Verve, Keane, the Killers, dan lain-lain. 

Nidji mengawali proses pembentukkannya dengan persahabatan antara Rama dan Andro. Hubungan persahabatan tersebut juga dibawa ke dalam musik hingga merilis lagu Maria. Kemudian mereka berdua menggaet Giring untuk menjadi vokalis hingga akhirnya Nidji menjadi terbentuk pada tahun 2002. Adri yang sebelumnya bekerja sebagai freelance drumer diangkat menjadi bagian dari Nidji. 

Album pertama Nidji dirilis pada tahun 2006 dengan judul Breakthru dimana single utamanya adalah Sudah, Disco Lazy Time, Kau & Aku, Hapus Aku. Lagu-lagu dari Nidji juga menjadi langganan mengisi soundtrack berbagai film dan sinetron seperti Laskar Pelangi, 5 cm, Street Society, Ramadhan Di Atas Awan, Sang Pencerah, dan masih banyak lagi; mereka juga merilis versi bahasa Inggris dari album ini sebagai tanda bahwa mereka peduli dengan fans internasional. 

Kemudian single-single hit Biarlah, Jangan Lupakan, Akhir Cinta Abadi, dan Arti Sahabat dirlis melalui album Top Up di tahun 2007. Lagu Jangan Lupakan adalah lagu yang paling berkesan bagi Giring saat itu karena ia sedang jatuh cinta berat dengan seseorang namun ia tiba-tiba diputuskan secara sepihak. 

Karena Giring sudah memiliki kehidupan sendiri, maka ia digantikan oleh Muhammad Yusuf Nur Ubay. Untuk bergabung dengan salah satu band legendaris di Indonesia adalah sesuatu yang besar dan cukup berat bagi Ubay. Bagaimana tidak, Nidji adalah satu dari sekian banyak band yang paling rajin mengisi soundtrack layar lebar kenamaan Indonesia dan telah memiliki basis fans yang cukup besar hingga sekarang. 

Walaupun masih muda, Ubay sendiri tidak kehilangan arah ketika bergabung dengan band Nidji. Semua personel lainnya sangat mendukung dan mengarahkan bagaimana visi dan misi band kedepannya bersama ia sebagai vokalis. 

Hingga sekarang, Nidji masih menyuarakan musik mereka dengan vokalis baru melalui lagu “Wadoow” yang bercerita tentang berbagai perselisihan yang terjadi di Indonesia, tapi melalui lagu ini, mereka berharap jika kita sebagai manusia tetap menggunakan akal sehat dan tidak terpancing buzer-buzer bayaran.

Kamu mungkin suka