Padi

155.5k pengikut

Perjalanan Karir Musik Band Padi Padi adalah band rock asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 1996. Band ini terdiri dari Satrio Yudi Wahyono (gitar utama, vokal latar), Andi Fadly Arifuddin (vokal utama), Ari Tri Sosianto (gitar, vokal latar), Rindra Risyanto Noor (bass), dan Surendro Prasetyo (drum). Sejarah Awal Terbentuk Grup band Padi dibentuk pada tanggal 8 April 1997, kelompok ini merupakan wadah kreativitas seni lima mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Awalnya disebut ‘Soda’, tetapi kemudian diubah menjadi menjadi ‘Padi’. Denga alasan nama ini dipilih karena sifatnya yang membumi, serta mengandung makna semakin berisi semakin merunduk, tetapi juga melihat fungsinya yang melambangkan kemakmuran. Berawal dari memainkan musik dari dari satu panggung ke panggung lainnya, grup ini akhirnya dikontrak untuk memasuki rekaman. Karir Album pertama mereka Lain Dunia dirilis pada 1999. Band ini tampil dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda di setiap frase di setiap lagu. Album ini berhasil meraih sukses berkat dukungan beberapa hits kuat seperti “Sudahlah”, “Seperti Kekasihku”, “Begitu Indah”, dan “Mahadewi” yang berhasil meraih platinum pada April 2000 dan quadraple platinum pada 2001 silam. Total penjualan mencapai 800 ribu eksemplar. Pada akhir tahun 2007, majalah Rooling Stone Indonesia menempatkan dua lagu Padi dalam daftar “150 Lagu Indonesia Terbesar Sepanjang Masa”, yaitu “Mahadewi” (#87) dan “Sobat” (#109). Album kedua mereka, Sesuatu yang Tertunda (2001), mencatatkan penjualan rekaman musik domestik tertinggi di Indonesia dengan penjualan sekitar 2 juta copy, dengan 450 ribu copy terjual hanya dalam waktu 2 minggu. Padi telah menjual sekitar 4 juta album di Indonesia saja, per 2012. Album ini meraih 4 penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2001 termasuk album terbaik. Album ketiga Padi, Save My Soul diluncurkan pada 18 Juni 2003. Album ini sesukses 2 album sebelumnya karena kelam isinya dan musik yang berat, berangkat dari rilis sebelumnya. Meski angka penjualannya rendah hanya 800 ribu eksemplar, album ini mendapat pengakuan dari Sobat Padi (sebutan untuk penggemar band Padi) dan banyak orang memilih album terbaik yang pernah dibuat Padi. Majalah Rolling Stone Indonesia menempatkan album ini di peringkat #110 dalam daftar “150 Album Indonesia Terbesar Sepanjang Masa”. Tak Hanya Diam merupakan album kelima Padi yang dirilis pada Jum’at, 16 November 2007. Peluncuran album ini juga terbilang cukup unik. Padi meluncurkan album terbarunya dengan bernyanyi di geladak KRI Teluk Mandar 514 yang berlayar perlahan di perairan Teluk Jakarta pada Senin, 12 November 2007. Selain itu, Padi juga memperkenalkan logo barunya. Album tersebut menghasilkan single hits seperti “Sang Penghibur” dan “Harmoni”.

Baca Lebih Lanjut
30K dari Padi
30K12 Mar 2021
Ojos Claros dari Padi
Ojos Claros4 Des 2020
Swaggy dari Padi
Swaggy9 Okt 2020
Indera Keenam dari Padi
Indera Keenam25 Okt 2019
Kau Malaikatku dari Padi
Kau Malaikatku27 Sep 2019

Video & MV

About Padi

Perjalanan Karir Musik Band Padi 
Padi adalah band rock asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 1996. Band ini terdiri dari Satrio Yudi Wahyono (gitar utama, vokal latar), Andi Fadly Arifuddin (vokal utama), Ari Tri Sosianto (gitar, vokal latar), Rindra Risyanto Noor (bass), dan Surendro Prasetyo (drum).

Sejarah Awal Terbentuk
Grup band Padi dibentuk pada tanggal 8 April 1997, kelompok ini merupakan wadah kreativitas seni lima mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Awalnya disebut ‘Soda’, tetapi kemudian diubah menjadi menjadi ‘Padi’. Denga alasan nama ini dipilih karena sifatnya yang membumi, serta mengandung makna semakin berisi semakin merunduk, tetapi juga melihat fungsinya yang melambangkan kemakmuran. Berawal dari memainkan musik dari dari satu panggung ke panggung lainnya, grup ini akhirnya dikontrak untuk memasuki rekaman.

Karir
Album pertama mereka Lain Dunia dirilis pada 1999. Band ini tampil dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda di setiap frase di setiap lagu. Album ini berhasil meraih sukses berkat dukungan beberapa hits kuat seperti “Sudahlah”, “Seperti Kekasihku”, “Begitu Indah”, dan “Mahadewi” yang berhasil meraih platinum pada April 2000 dan quadraple platinum pada 2001 silam. Total penjualan mencapai 800 ribu eksemplar. Pada akhir tahun 2007, majalah Rooling Stone Indonesia menempatkan dua lagu Padi dalam daftar “150 Lagu Indonesia Terbesar Sepanjang Masa”, yaitu “Mahadewi” (#87) dan “Sobat” (#109).

Album kedua mereka, Sesuatu yang Tertunda (2001), mencatatkan penjualan rekaman musik domestik tertinggi di Indonesia dengan penjualan sekitar 2 juta copy, dengan 450 ribu copy terjual hanya dalam waktu 2 minggu. Padi telah menjual sekitar 4 juta album di Indonesia saja, per 2012. Album ini meraih 4 penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2001 termasuk album terbaik.

Album ketiga Padi, Save My Soul diluncurkan pada 18 Juni 2003. Album ini sesukses 2 album sebelumnya karena kelam isinya dan musik yang berat, berangkat dari rilis sebelumnya. Meski angka penjualannya rendah hanya 800 ribu eksemplar, album ini mendapat pengakuan dari Sobat Padi (sebutan untuk penggemar band Padi) dan banyak orang memilih album terbaik yang pernah dibuat Padi. Majalah Rolling Stone Indonesia menempatkan album ini di peringkat #110 dalam daftar “150 Album Indonesia Terbesar Sepanjang Masa”.

Tak Hanya Diam merupakan album kelima Padi yang dirilis pada Jum’at, 16 November 2007. Peluncuran album ini juga terbilang cukup unik. Padi meluncurkan album terbarunya dengan bernyanyi di geladak KRI Teluk Mandar 514 yang berlayar perlahan di perairan Teluk Jakarta pada Senin, 12 November 2007. Selain itu, Padi juga memperkenalkan logo barunya. Album tersebut menghasilkan single hits seperti “Sang Penghibur” dan “Harmoni”.

Kamu mungkin suka