Pasha

5.7k pengikut

Jatuh Bangun Karir Musik Pasha di Indonesia Sigit Purnomo atau yang lebih dikenal dengan nama Pasha ungu adalah penyanyi solo kenamaan asal Indonesia yang mulai berkiprah di dunia tarik suara dari tahun 1998. Nama “Pasha” sendiri sebenarnya diberikan oleh Eki (Franky Hediakso) yang merupakan mantan gitaris Ungu yang pertama. Nama Pasha sebenarnya adalah nama mantan drummer band ini yang pertama, sedangkan Pasha masuk ke dalam band sebagai pengganti dari Michael yang merupakan vokalis Ungu yang pertama. Melihat nama Sigit yang sudah banyak,maka Eki berencana untuk memberikan nama Pasha sebagai pembeda dari nama anggota di band-band lain. Debut solo Pasha yang perdana dilakukannya pada September 2020 dengan merilis album yang berjudul “Di Atas Langit”. Album ini sendiri telah lama diimpikan olehnya dan akhirnya terwujud sejak tidak aktif di band Ungu. Didalam album tersebut memang tidak mengikutsertakan personel band Ungu lainnya karena Pasha ingin lagu-lagu yang ditulis memang berasal dari kreatifitasnya sendiri. Lagipula, format musik solo dan untuk band menurutnya sangat jauh berbeda apalagi untuk album solo ini lirik ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Delapan dari sepuluh lagu yang ada di album Di Atas Langit ini ditulis sendiri oleh Pasha, sedangkan empat lagu lagi ditulis oleh Veki Vischer, seorang musisi kota Palu yang sering menjadi session player untuk artis-artis dan untuk instrumen ia dibantu oleh Ivan Sanusi yang merupakan pianis kenamaan di kota tersebut. Dengan menggarap album solo ini, Pasha tidak hanya mengedepankan impiannya untuk berkarir solo sebagai musisi, tapi juga ikut mengangkat musisi-musisi daerah (khususnya kota Palu) seperti mengikut sertakan mereka dalam pembuatan musik dan video musik album ini. Selain itu, dengan adanya campur tangan musisi-musisi kota Palu di album ini memberikan ciri khas tersendiri untuk lagu-lagu yang dinyanyikan sehingga tercipta wanra musik yang khas Pasha. 10 lagu yang ada di dalam album ini yaitu: Di Atas Langit, Luka Lama, Dari Yang Terdalam, Cinta Sendiri, Rindu Ini, Perasaanku, Sumpah Demi Apa, dan Cerita Engkau dan Aku. Dengan kembalinya Pasha di ranah musik Indonesia, ia berharap bisa mengobati rindu penggemar akan suara khasnya dan kali ini ia kembali dengan warna dan nafas baru di dunia musik. Walaupun telah bertahun-tahun berkecimpung di dunia musik, Pasha mengakui bahwa bermusik saat di grup band dengan solo memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Ia meminta para penggemar musik untuk memberikan kritik dan saran akan debut albumnya tersebut. Pasha yang masih menjabat sebagai wakil walikota Palu saat mengeluarkan album ini memang sudah lama berencana dan mengerjakan proyek solonya. Menurutnya, musik adalah hal pertama dalam hidupnya dan ia tidak akan bisa hidup tanpa musik.

Baca Lebih Lanjut

About Pasha

Jatuh Bangun Karir Musik Pasha di Indonesia 

Sigit Purnomo atau yang lebih dikenal dengan nama Pasha ungu adalah penyanyi solo kenamaan asal Indonesia yang mulai berkiprah di dunia tarik suara dari tahun 1998. Nama “Pasha” sendiri sebenarnya diberikan oleh Eki (Franky Hediakso) yang merupakan mantan gitaris Ungu yang pertama. Nama Pasha sebenarnya adalah nama mantan drummer band ini yang pertama, sedangkan Pasha masuk ke dalam band sebagai pengganti dari Michael yang merupakan vokalis Ungu yang pertama. 

Melihat nama Sigit yang sudah banyak,maka Eki berencana untuk memberikan nama Pasha sebagai pembeda dari nama anggota di band-band lain.  

Debut solo Pasha yang perdana dilakukannya pada September 2020 dengan merilis album yang berjudul “Di Atas Langit”. Album ini sendiri telah lama diimpikan olehnya dan akhirnya terwujud sejak tidak aktif di band Ungu. 

Didalam album tersebut memang tidak mengikutsertakan personel band Ungu lainnya karena Pasha ingin lagu-lagu yang ditulis memang berasal dari kreatifitasnya sendiri. Lagipula, format musik solo dan untuk band menurutnya sangat jauh berbeda apalagi untuk album solo ini lirik ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. 

Delapan dari sepuluh lagu yang ada di album Di Atas Langit ini ditulis sendiri oleh Pasha, sedangkan empat lagu lagi ditulis oleh Veki Vischer, seorang musisi kota Palu yang sering menjadi session player untuk artis-artis dan untuk instrumen ia dibantu oleh Ivan Sanusi yang merupakan pianis kenamaan di kota tersebut. 

Dengan menggarap album solo ini, Pasha tidak hanya mengedepankan impiannya untuk berkarir solo sebagai musisi, tapi juga ikut mengangkat musisi-musisi daerah (khususnya kota Palu) seperti mengikut sertakan mereka dalam pembuatan musik dan video musik album ini. Selain itu, dengan adanya campur tangan musisi-musisi kota Palu di album ini memberikan ciri khas tersendiri untuk lagu-lagu yang dinyanyikan sehingga tercipta wanra musik yang khas Pasha. 10 lagu yang ada di dalam album ini yaitu: Di Atas Langit, Luka Lama, Dari Yang Terdalam, Cinta Sendiri, Rindu Ini, Perasaanku, Sumpah Demi Apa, dan Cerita Engkau dan Aku. 

Dengan kembalinya Pasha di ranah musik Indonesia, ia berharap bisa mengobati rindu penggemar akan suara khasnya dan kali ini ia kembali dengan warna dan nafas baru di dunia musik. Walaupun telah bertahun-tahun berkecimpung di dunia musik, Pasha mengakui bahwa bermusik saat di grup band dengan solo memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Ia meminta para penggemar musik untuk memberikan kritik dan saran akan debut albumnya tersebut. 

Pasha yang masih menjabat sebagai wakil walikota Palu saat mengeluarkan album ini memang sudah lama berencana dan mengerjakan proyek solonya. Menurutnya, musik adalah hal pertama dalam hidupnya dan ia tidak akan bisa hidup tanpa musik.

Kamu mungkin suka