Dewa 19

376.3k pengikut

Perjalanan Karir Band Dewa 19 di Hiburan Musik Indonesia Dewa 19 merupakan sebuah band yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan terbentuk pada tahun 1986. Terjadi beberapa kali perubahan line-up dan akhirnya bubar pada tahun 2011. Formasi anggota terakhir mereka adalah Ahmad Dhani (keyboard), Andra (gitar), Agung Yudha (drum), Yuke (gitar bass), dan Once (vokal). Sepanjang karirnya, Dewa 19 telah mendapatkan banyak penghargaan, baik BASF Awards maupun AMI Awards. Mereka juga memenangkan penghargaan LibForAll di Amerika Serikat atas kontribusi mereka pada upaya perdamaian dan toleransi beragama. Pada tahun 2008, Dewa masuk ke dalam daftar “The Immortals: The 25 Greatest Indonesian Artist of All Time” oleh majalah Rolling Stone. Awal Terbentuk Dewa dibentuk pada tahun 1986 oleh 4 orang siswa dari SMAN 2 Surabaya. Nama Dewa merupakan akronim dari nama anggota pendirinya: ‘D’ dari Dhani (keyboard), ‘E’ dari Erwin Prasetya (gitar bass), ‘W’ dari Wawan Juniarso (drum) dan ‘A’ dari Andra (gitar). Band ini awalnya bemarkas di asrama Wawan di Universitas Airlangga. Ingin mengambil arah yang berbeda, Wawan keluar dari band pada 1988 dan membentuk Outsider bersama Raihan. Nama Dewa pun diubah menjadi ‘Down Beat’ yang cukup terkenal di Jawa Timur pada masa itu. Saat band rock Slank menjadi terkenal, Wawan diminta bergabung kembali dengan Dewa untuk meremajakan band tersebut dan Ari Lasso pun diundang. Ketika anggota band berusia 19 tahun, Down Beat berganti nama menjadi ‘Dewa 19’. Karena kurangnya studio yang memenuhi persyaratan mereka di Surabaya, band ini pindah ke Jakarta, di mana setelah sejumlah penolakan oleh perusahaan rekaman, Dewa 19 master akhirnya tercatat oleh Team Records. Karir Album pertama Dewa 19 dirilis pada tahun 1992. Melebihi ekspetasi, album ini mendapatkan penghargaan dari BASF untuk kategori pendatang baru terbaik dan album terpopuler tahun 1993. Di album ini lagu-lagu andalan mereka adalah “Kangen” dan “Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”. Saat pembuatan album kedua Format Masa Depan yang dirilis pada tahun 1994, Wawan kembali keluar dari band karena ketidakcocokan antaranggota. Dewa 19 menggelar konser besar-besaran di lima kota di Malaysia, yaitu: Kota Kinabalu, Kuching, Johor, Bahru, Penang, dan Kuala Lumpur selama Desember 2007. Dewa 19 kemudian menggelar konser di State Stadium, Kuala Lumpur. Dewa 19 membuat sejarah musik di Malaysia di mana sebuah band tampil di lima kota besar di Malaysia dalam kurun waktu satu bulan. Dalam konser ini, Dewa 19 menggandeng sejumlah penyanyi papan atas Malaysia diantaranya, Ella dan Sheila Majid. Pada tahun 2011, Ahmad Dhani mengumumkan Elfonda ‘Once’ Mekel telah meninggalkan band pada 19 Januari. Dhani mengaudisi banyak penyanyi untuk penyanyi utama, kandidat terkuat adalah Judika Sihotang, pemenang runner-up Indonesian Idol 2005, yang kemudian dimasukkan ke dalam proyek sampingan Dhani, Mahadewa. Menjawab rumor bubarnya band tersebut, Ahmad Dhani menyatakan Dewa 19 saat ini bubar, namun belum bubar secara permanen.

Baca Lebih Lanjut

About Dewa 19

Perjalanan Karir Band Dewa 19 di Hiburan Musik Indonesia
Dewa 19 merupakan sebuah band yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan terbentuk pada tahun 1986. Terjadi beberapa kali perubahan line-up dan akhirnya bubar pada tahun 2011. Formasi anggota terakhir mereka adalah Ahmad Dhani (keyboard), Andra (gitar), Agung Yudha (drum), Yuke (gitar bass), dan Once (vokal). Sepanjang karirnya, Dewa 19 telah mendapatkan banyak penghargaan, baik BASF Awards maupun AMI Awards. Mereka juga memenangkan penghargaan LibForAll di Amerika Serikat atas kontribusi mereka pada upaya perdamaian dan toleransi beragama. Pada tahun 2008, Dewa masuk ke dalam daftar “The Immortals: The 25 Greatest Indonesian Artist of All Time” oleh majalah Rolling Stone.

Awal Terbentuk
Dewa dibentuk pada tahun 1986 oleh 4 orang siswa dari SMAN 2 Surabaya. Nama Dewa merupakan akronim dari nama anggota pendirinya: ‘D’ dari Dhani (keyboard), ‘E’ dari Erwin Prasetya (gitar bass), ‘W’ dari Wawan Juniarso (drum) dan ‘A’ dari Andra (gitar). Band ini awalnya bemarkas di asrama Wawan di Universitas Airlangga.

Ingin mengambil arah yang berbeda, Wawan keluar dari band pada 1988 dan membentuk Outsider bersama Raihan. Nama Dewa pun diubah menjadi ‘Down Beat’ yang cukup terkenal di Jawa Timur pada masa itu.

Saat band rock Slank menjadi terkenal, Wawan diminta bergabung kembali dengan Dewa untuk meremajakan band tersebut dan Ari Lasso pun diundang. Ketika anggota band berusia 19 tahun, Down Beat berganti nama menjadi ‘Dewa 19’. Karena kurangnya studio yang memenuhi persyaratan mereka di Surabaya, band ini pindah ke Jakarta, di mana setelah sejumlah penolakan oleh perusahaan rekaman, Dewa 19 master akhirnya tercatat oleh Team Records.

Karir
Album pertama Dewa 19 dirilis pada tahun 1992. Melebihi ekspetasi, album ini mendapatkan penghargaan dari BASF untuk kategori pendatang baru terbaik dan album terpopuler tahun 1993. Di album ini lagu-lagu andalan mereka adalah “Kangen” dan “Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”. Saat pembuatan album kedua Format Masa Depan yang dirilis pada tahun 1994, Wawan kembali keluar dari band karena ketidakcocokan antaranggota.

Dewa 19 menggelar konser besar-besaran di lima kota di Malaysia, yaitu: Kota Kinabalu, Kuching, Johor, Bahru, Penang, dan Kuala Lumpur selama Desember 2007. Dewa 19 kemudian menggelar konser di State Stadium, Kuala Lumpur. Dewa 19 membuat sejarah musik di Malaysia di mana sebuah band tampil di lima kota besar di Malaysia dalam kurun waktu satu bulan. Dalam konser ini, Dewa 19 menggandeng sejumlah penyanyi papan atas Malaysia diantaranya, Ella dan Sheila Majid.

Pada tahun 2011, Ahmad Dhani mengumumkan Elfonda ‘Once’ Mekel telah meninggalkan band pada 19 Januari. Dhani mengaudisi banyak penyanyi untuk penyanyi utama, kandidat terkuat adalah Judika Sihotang, pemenang runner-up Indonesian Idol 2005, yang kemudian dimasukkan ke dalam proyek sampingan Dhani, Mahadewa. Menjawab rumor bubarnya band tersebut, Ahmad Dhani menyatakan Dewa 19 saat ini bubar, namun belum bubar secara permanen.

Kamu mungkin suka