Rhoma Irama

190.9k pengikut

Persembahan Legenda Dangdut, Rhoma Irama Untuk Indonesia Raden Oma Irama atau paling dikenal dengan Rhoma Irama adalah raja dangdut Indonesia, bisa dibilang, bapak dangdut Indonesia. Puluhan tahun pria kelahiran Tasikmalaya 11 Desember 1946 ini telah berkarya di Indonesia. Musik bagi Rhoma bukanlah sekedar hiburan hati yang sedih atau media untuk mengekspresikan diri saja, baginya, musik adalah sarana baginya untuk berbuat baik dengan berdakwah sambil bernyanyi. Berbagai ancaman, bully, dan berbagai bentuk penolakan dari umat muslim juga tidak bisa dibilang sedikit terhadap caranya berdakwah ini. Tapi seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai memahami apa yang diperjuangkan oleh Bang Haji ini dan semakin menerima lagu-lagunya tersebut. Musik dangdut bagi Rhoma Irama adalah darah daging Indonesia, karena dangdut itu hadir dengan proses asimilasi berbagai budaya di negara ini sehingga cocok untuk didengar oleh siapa saja. Revolusi dangdut yang diperjuangkan Rhoma Irama tidak sia-sia, hingga kini, kita masih menikmati betapa indahnya alunan dangdut hingga gen Z juga berbondong-bondong ikut kontes untuk menjadi yang terbaik di musik jenis ini. Perjuangan Rhoma Irama terbukti memberikan efek yang positif pada pendengar, karena dari kesaksian yang diterimanya, sudah banyak orang-orang mengiriminya surat akan bagaimana dakwah yang dilakukan bang Haji melalui musik menyadarkan mereka akan agama. Rhoma Irama sempat geram akan naiknya goyangan Inul ke media massa. Inul Daratista yang merupakan ikon dangdut baru saat itu menjadi perhatian khusus bagi Rhoma Irama karena dinilai bisa merusak nilai-nilai dangdut yang telah dibangunnya selama ini. Ratu ngebor ini dinilai Rhoma telah melecehkan dan memamerkan koreografi yang dianggap “tidak senonoh” dan tidak pantas untuk ditampilkan untuk khalayak umum, ataupun ditiru. Walaupun dari segi Hukum negara Inul tidak melanggar satu baitpun, tapi dari segi moral, hal tersebut memang sepantasnya berada pada tempat-tempat tertentu saja dan memang sebaiknya tidak dianggap sebagai hal yang normal dan biasa. Perseteruan ini sendiri tidak berlangsung lama, karena Ratu Ngebor menunjukkan i`tikad baiknya dan sudah mengkoreksi hal-hal yang diminta oleh sang Raja Dangdut. Walau sudah tidak muda lagi, Rhoma Irama masih kuat berdakwah lewat musiknya dengan mengadakan konser amal “Rhoma Irama, Musik Amal dari Rumah”. Konser ini digelar untuk menghibur rakyat Indonesia yang sedang melakukan social distancing dan tidak diperbolehkan kemana-mana untuk memutus rantai Corona. Konser dari rumah ini dilakukan live dari Soneta Record, Depok, Jawa Barat dan disiarkan oleh Kompas TV. Konser yang berlangsung selama 2 jam ini berhasil mengumpulkan hingga Rp 722 juta untuk disumbangkan pada yang membutuhkan. Konser tersebut sempat menjadi trending topic #11 di YouTube dan telah menghasilkan bantuan yang berarti untuk korban Covid-19.

Baca Lebih Lanjut
Lautan Dan Api dari Rhoma Irama
Lautan Dan Api28 Mei 2021
Baca dari Rhoma Irama
Baca10 Mar 2021
Stress dari Rhoma Irama
Stress10 Mar 2021
Mahiteli dari Rhoma Irama
Mahiteli17 Feb 2021

About Rhoma Irama

Persembahan Legenda Dangdut, Rhoma Irama Untuk Indonesia
Raden Oma Irama atau paling dikenal dengan Rhoma Irama adalah raja dangdut Indonesia, bisa dibilang, bapak dangdut Indonesia.

Puluhan tahun pria kelahiran Tasikmalaya 11 Desember 1946 ini telah berkarya di Indonesia. Musik bagi Rhoma bukanlah sekedar hiburan hati yang sedih atau media untuk mengekspresikan diri saja, baginya, musik adalah sarana baginya untuk berbuat baik dengan berdakwah sambil bernyanyi.

Berbagai ancaman, bully, dan berbagai bentuk penolakan dari umat muslim juga tidak bisa dibilang sedikit terhadap caranya berdakwah ini. Tapi seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai memahami apa yang diperjuangkan oleh Bang Haji ini dan semakin menerima lagu-lagunya tersebut.

Musik dangdut bagi Rhoma Irama adalah darah daging Indonesia, karena dangdut itu hadir dengan proses asimilasi berbagai budaya di negara ini sehingga cocok untuk didengar oleh siapa saja. Revolusi dangdut yang diperjuangkan Rhoma Irama tidak sia-sia, hingga kini, kita masih menikmati betapa indahnya alunan dangdut hingga gen Z juga berbondong-bondong ikut kontes untuk menjadi yang terbaik di musik jenis ini.

Perjuangan Rhoma Irama terbukti memberikan efek yang positif pada pendengar, karena dari kesaksian yang diterimanya, sudah banyak orang-orang mengiriminya surat akan bagaimana dakwah yang dilakukan bang Haji melalui musik menyadarkan mereka akan agama.

Rhoma Irama sempat geram akan naiknya goyangan Inul ke media massa. Inul Daratista yang merupakan ikon dangdut baru saat itu menjadi perhatian khusus bagi Rhoma Irama karena dinilai bisa merusak nilai-nilai dangdut yang telah dibangunnya selama ini. Ratu ngebor ini dinilai Rhoma telah melecehkan dan memamerkan koreografi yang dianggap “tidak senonoh” dan tidak pantas untuk ditampilkan untuk khalayak umum, ataupun ditiru. Walaupun dari segi Hukum negara Inul tidak melanggar satu baitpun, tapi dari segi moral, hal tersebut memang sepantasnya berada pada tempat-tempat tertentu saja dan memang sebaiknya tidak dianggap sebagai hal yang normal dan biasa. Perseteruan ini sendiri tidak berlangsung lama, karena Ratu Ngebor menunjukkan i`tikad baiknya dan sudah mengkoreksi hal-hal yang diminta oleh sang Raja Dangdut.

Walau sudah tidak muda lagi, Rhoma Irama masih kuat berdakwah lewat musiknya dengan mengadakan konser amal “Rhoma Irama, Musik Amal dari Rumah”. Konser ini digelar untuk menghibur rakyat Indonesia yang sedang melakukan social distancing dan tidak diperbolehkan kemana-mana untuk memutus rantai Corona.

Konser dari rumah ini dilakukan live dari Soneta Record, Depok, Jawa Barat dan disiarkan oleh Kompas TV. Konser yang berlangsung selama 2 jam ini berhasil mengumpulkan hingga Rp 722 juta untuk disumbangkan pada yang membutuhkan. Konser tersebut sempat menjadi trending topic #11 di YouTube dan telah menghasilkan bantuan yang berarti untuk korban Covid-19.

Kamu mungkin suka