Opick

117k pengikut

Tema Religius Mengantarkan Kesuksesan Karir Musik Opick Siapa yang tidak mengenal sosok Opick, yang merupakan penulis lagu dan penyanyi pop religi yang setiap karya yang ia ciptakan sangat populer di kalangan pecinta musik di Indonesia. Opick yang memiliki nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus lahir di Jember, Jawa Timur pada tanggal 16 Maret 1974. Lagunya yang cocok dibawakan untuk setiap perayaan hari besar umat Islam seperti suasana Ramadhan, menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta perayaan Maulid Nabi. Lagu-lagunya sering diputar karena setiap tema yang ada pada lagunya bertutur tentang masalah keagamaan. Kehidupan Pribadi Opick lahir ditengah keluarga yang kuat dengan ilmu agama, menjadikan Opick tumbuh menjadi anak yang banyak paham akan ilmu tauhid. Ia belajar dari sosok Ibunya, Dra. Hj. Lilik Sholehah dan ayahnya, Abdul Gofur. Selain itu Opick merupakan seorang cucu dari kyai terkenal dan disegani oleh masyarakat dikampungnya yaitu K.H Abdul Mukti. Sedari kecil, darah seni telah mengalir pada diri Opick, saat bersekolah ia malah tidak menyukai pelajaran pokok malahan memilih pelajaran ekstrakulikuler seperti taekwondo, musik hingga teater. Faktor lingkungan dan keluarga sangat memengaruhi kepribadian dan bakat Opick, seperti kata pepatah ‘Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya’ itulah istilah yang cocok untuk disematkan untuknya, bakat menyanyi Opick diturunkan dari sang Ibunda yang merupakan seorang penyanyi Qasidah terkenal di daerahnya. Selain itu, Opick juga berbakat menulis berbagai cerpen sejak kecil hingga memenangkan sayembara cerpen tingkat propinsi dengan mengangkat judul “Pusara”. Karir Musik Semenjak menduduki bangku SMP, Opick sudah bisa menunjukkan bakat menyanyinya, berbeda dengan ia ketika masih kecil, sekarang Opick bersungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penyanyi. Setelah tamat SMA, ia hijrah ke Jakarta yaitu tepatnya di daerah Rawamangun untuk belajar hidup mandiri. Saat itu ia melakukan rekaman sendiri dengan alat dan modal seadanya, kemudian ia menawarkan lagu-lagunya ke studio rekaman. Tapi, sayangnya tidak ada label yang menerimanya. Tidak berputus asa, Opick pun mulai berlatih menyanyi didepan halte untuk melatih vokalnya sekaligus mengumpulkan uang sebagai ‘tabungan’ nantinya untuk mewujudkan cita-citanya itu. Pada tahun 1990-an ia mencoba bergabung dengan salah satu band yang beraliran rock, Timor Band. Namun, band tersebut bubar karena mendapat banyak kritikan karena liriknya yang menyinggung. Opick mulai mengubah aliran musiknya dari rock ke musik dengan nuansa religi. Ia merubah total semuanya hingga model pakaiannya, ia memilih sorban dan baju koko menjadi identitas penampilan dan musiknya. Dari sinilah awal kesuksesan Opick, ia merilis album pertamanya bertajuk Istighfar. Dalam sekejap, album yang memiliki lagu andalannya “Tombo Ati” laku keras di pasaran hingga mendapatkan 5 kali penghargaan platinum di tahun yang sama.Album kedua Opick yaitu Semesta Bertasbih dirilis pada tahun 2006. Dalam album ini terdapat 10 lagu. Ia juga menggandeng Melly Goeslaw sebagai rekan duetnya pada lagu hit album ini yang berjudul “Takdir”. Setelah sukses dengan lagu-lagu religi ciptaannya, Opick juga banyak mendapatkan tawaran untuk menjadi bintang iklan dan radio, hingga bermain film. Salah satunya film “Kun Fayakun” yang dibintangi bersama Ustadz Yusuf Mansur dan “Di Bawah Langit” pada tahun 2010. Dengan pembawaan yang bersifat religi, lagu Opick sangat diminati dikalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, sampai saat ini lagunya terus dinyanyikan karena sangat lekat dengan kehidupan nyata masyarakat dan mudah untuk dipahami.

Baca Lebih Lanjut

About Opick

Tema Religius Mengantarkan Kesuksesan Karir Musik Opick
Siapa yang tidak mengenal sosok Opick, yang merupakan penulis lagu dan penyanyi pop religi yang setiap karya yang ia ciptakan sangat populer di kalangan pecinta musik di Indonesia. Opick yang memiliki nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus lahir di Jember, Jawa Timur pada tanggal 16 Maret 1974. Lagunya yang cocok dibawakan untuk setiap perayaan hari besar umat Islam seperti suasana Ramadhan, menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta perayaan Maulid Nabi. Lagu-lagunya sering diputar karena setiap tema yang ada pada lagunya bertutur tentang masalah keagamaan.
Kehidupan Pribadi
Opick lahir ditengah keluarga yang kuat dengan ilmu agama, menjadikan Opick tumbuh menjadi anak yang banyak paham akan ilmu tauhid. Ia belajar dari sosok Ibunya, Dra. Hj. Lilik Sholehah dan ayahnya, Abdul Gofur. Selain itu Opick merupakan seorang cucu dari kyai terkenal dan disegani oleh masyarakat dikampungnya yaitu K.H Abdul Mukti. Sedari kecil, darah seni telah mengalir pada diri Opick, saat bersekolah ia malah tidak menyukai pelajaran pokok malahan memilih pelajaran ekstrakulikuler seperti taekwondo, musik hingga teater.
Faktor lingkungan dan keluarga sangat memengaruhi kepribadian dan bakat Opick, seperti kata pepatah ‘Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya’ itulah istilah yang cocok untuk disematkan untuknya, bakat menyanyi Opick diturunkan dari sang Ibunda yang merupakan seorang penyanyi Qasidah terkenal di daerahnya. Selain itu, Opick juga berbakat menulis berbagai cerpen sejak kecil hingga memenangkan sayembara cerpen tingkat propinsi dengan mengangkat judul “Pusara”.
Karir Musik
Semenjak menduduki bangku SMP, Opick sudah bisa menunjukkan bakat menyanyinya, berbeda dengan ia ketika masih kecil, sekarang Opick bersungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penyanyi. Setelah tamat SMA, ia hijrah ke Jakarta yaitu tepatnya di daerah Rawamangun untuk belajar hidup mandiri. Saat itu ia melakukan rekaman sendiri dengan alat dan modal seadanya, kemudian ia menawarkan lagu-lagunya ke studio rekaman. Tapi, sayangnya tidak ada label yang menerimanya.
Tidak berputus asa, Opick pun mulai berlatih menyanyi didepan halte untuk melatih vokalnya sekaligus mengumpulkan uang sebagai ‘tabungan’ nantinya untuk mewujudkan cita-citanya itu. Pada tahun 1990-an ia mencoba bergabung dengan salah satu band yang beraliran rock, Timor Band. Namun, band tersebut bubar karena mendapat banyak kritikan karena liriknya yang menyinggung.
Opick mulai mengubah aliran musiknya dari rock ke musik dengan nuansa religi. Ia merubah total semuanya hingga model pakaiannya, ia memilih sorban dan baju koko menjadi identitas penampilan dan musiknya. Dari sinilah awal kesuksesan Opick, ia merilis album pertamanya bertajuk Istighfar. Dalam sekejap, album yang memiliki lagu andalannya “Tombo Ati” laku keras di pasaran hingga mendapatkan 5 kali penghargaan platinum di tahun yang sama.Album kedua Opick yaitu Semesta Bertasbih dirilis pada tahun 2006. Dalam album ini terdapat 10 lagu. Ia juga menggandeng Melly Goeslaw sebagai rekan duetnya pada lagu hit album ini yang berjudul “Takdir”. 
Setelah sukses dengan lagu-lagu religi ciptaannya, Opick juga banyak mendapatkan tawaran untuk menjadi bintang iklan dan radio, hingga bermain film. Salah satunya film “Kun Fayakun” yang dibintangi bersama Ustadz Yusuf Mansur dan “Di Bawah Langit” pada tahun 2010. Dengan pembawaan yang bersifat religi, lagu Opick sangat diminati dikalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, sampai saat ini lagunya terus dinyanyikan karena sangat lekat dengan kehidupan nyata masyarakat dan mudah untuk dipahami.

Kamu mungkin suka