Ipank

64.5k pengikut

Perjalanan Karir Ipank yang Sukses Berkat “Rantau Den Pajauah” Irvan Nurman atau kerap disapa Ipank merupakan penyanyi pop Minang asal Solok yang lahir pada 23 Desember 1987. Ia menjadi terkenal setelah merilis lagu “Rantau Den Pajauah” bersama rekan duetnya Rayola, di mana lagunya saat itu menjadi hits dimana-mana serta mengangkat karir sang penyanyi berdarah Minangkabau itu. Perjalanan karir Ipank tidak semudah yang dikira, banyak yang tidak mengetahui bahwa sebelum terkenalnya Ipank ternyata ia pernah lolos audisi Indonesian Idol pada tahun 2000-an di Jakarta, sebelum ia pergi berdagang ke Jayapura. Ia mulai percaya diri lagi dengan memulai karir profesionalnya pada tahun 2011 dengan mengeluarkan single perdananya “Rantau Den Pajauah”, seperti album sebelumnya lagu ini diciptakan sekaligus dinyanyikan olehnya sendiri bersama Rayola yang ternyata menarik perhatian publik pada saat itu. Tercatat bahwa Ipank telah menghasilkan 5 album sejak ia berkarir secara profesional. “Rantau Den Pajauah” terinspirasi dari serangkaian kisah nyata yang dilaluinya seperti perjuangan hidupnya ketika merantau jauh dari kampung halaman. Selepas itu, barulah ia tuangkan lewat syair nan elok. Itulah sebabnya, karya-karya Ipank sudah ditunggu-tunggu pecinta lagu Minang sedari awal kehadirannya. Terlebih, pasca dirilisnya lagu “Rantau Den Pajauah” yang juga dinikmati negara tetangga. Kini, disamping mengisi beberapa tawaran undangan untuk menyanyi secara off air diberbagai daerah dan juga persiapan untuk album berikutnya, Ipank juga fokus dalam penggarapan film yang berjudul “Ba Ayah Lai Ba Bako Tido”. Judul film ini diambil dari salah satu lagu yang pernah dipopulerkannya. “Semua memang tak mudah, Alhamdulillah berkat dukungan dari orang yang mencintai saya, segala pencapaian itu tidak akan pernah berarti apa-apa,” sebutnya. Bagi dia, keyakinan dan kesungguhan adalah kunci dalam upayanya menapak kesuksesan seperti sekarang. Menjadi penyanyi tenar seperti sekarang diakui Ipank menjadi tantangan dan ujian. “Saya haqqul yakin Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dari setiap kesulitan. Asalkan punya kesabaran dan kesungguhan,” imbuhnya. Sebelum masuk dapur rekaman, pria yang berdomisili di Muaro Bungo, Jambi itu hanyalah seorang pedagang di sebuah toko. Bakat menyanyinya mulai terolah ketika dikenalkan istrinya pada seorang pengelola dapur rekaman. “Ini peran istri saya. Saya waktu itu hanya fokus berdagang. Hanya sesekali saja menyanyi atau mengamen ketika kondisi dagangan sepi,” cerita Ipank. Dari kenalan itulah Ipank diminta untuk sering mengunjungi salah satu studio di Muaro Bungo. “Saya harus berjalan kaki lebih dari 2 kilometer untuk sampai ke studio tersebut untuk latihan vokal. Selang beberapa waktu kemudian, salah satu pengelola studio yang juga kenalan istri saya, meminta saya datang ke Bukittinggi untuk masuk dapur rekaman,” terangnya. Lewat Elta Record, lahirlah album perdana milik Ipank dengan hits single “Cinto Apo Adonyo”. Sejak saat itu kemampuan olah vokalnya semakin terlatih, di samping aktif menciptakan lagu-lagu. Untuk menambah kemampuannya, Ipank tak segan-segan menimba ilmu dari sejumlah penyanyi senior. Sejumlah masukan dan kritikan yang ia dapat menjadi cambuk bagi Ipank untuk menjadi sosol penyanyi yang lebih baik lagi.

Baca Lebih Lanjut

Video & MV

About Ipank

Perjalanan Karir Ipank yang Sukses Berkat “Rantau Den Pajauah”
Irvan Nurman atau kerap disapa Ipank merupakan penyanyi pop Minang asal Solok yang lahir pada 23 Desember 1987. Ia menjadi terkenal setelah merilis lagu “Rantau Den Pajauah” bersama rekan duetnya Rayola, di mana lagunya saat itu menjadi hits dimana-mana serta mengangkat karir sang penyanyi berdarah Minangkabau itu.

Perjalanan karir Ipank tidak semudah yang dikira, banyak yang tidak mengetahui bahwa sebelum terkenalnya Ipank ternyata ia pernah lolos audisi Indonesian Idol pada tahun 2000-an di Jakarta, sebelum ia pergi berdagang ke Jayapura. Ia mulai percaya diri lagi dengan memulai karir profesionalnya pada tahun 2011 dengan mengeluarkan single perdananya “Rantau Den Pajauah”, seperti album sebelumnya lagu ini diciptakan sekaligus dinyanyikan olehnya sendiri bersama Rayola yang ternyata menarik perhatian publik pada saat itu. Tercatat bahwa Ipank telah menghasilkan 5 album sejak ia berkarir secara profesional.

“Rantau Den Pajauah” terinspirasi dari serangkaian kisah nyata yang dilaluinya seperti perjuangan hidupnya ketika merantau jauh dari kampung halaman. Selepas itu, barulah ia tuangkan lewat syair nan elok. Itulah sebabnya, karya-karya Ipank sudah ditunggu-tunggu pecinta lagu Minang sedari awal kehadirannya. Terlebih, pasca dirilisnya lagu “Rantau Den Pajauah” yang juga dinikmati negara tetangga. Kini, disamping mengisi beberapa tawaran undangan untuk menyanyi secara off air diberbagai daerah dan juga persiapan untuk album berikutnya, Ipank juga fokus dalam penggarapan film yang berjudul “Ba Ayah Lai Ba Bako Tido”. Judul film ini diambil dari salah satu lagu yang pernah dipopulerkannya.

“Semua memang tak mudah, Alhamdulillah berkat dukungan dari orang yang mencintai saya, segala pencapaian itu tidak akan pernah berarti apa-apa,” sebutnya. Bagi dia, keyakinan dan kesungguhan adalah kunci dalam upayanya menapak kesuksesan seperti sekarang. Menjadi penyanyi tenar seperti sekarang diakui Ipank menjadi tantangan dan ujian. “Saya haqqul yakin Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dari setiap kesulitan. Asalkan punya kesabaran dan kesungguhan,” imbuhnya.

Sebelum masuk dapur rekaman, pria yang berdomisili di Muaro Bungo, Jambi itu hanyalah seorang pedagang di sebuah toko. Bakat menyanyinya mulai terolah ketika dikenalkan istrinya pada seorang pengelola dapur rekaman. “Ini peran istri saya. Saya waktu itu hanya fokus berdagang. Hanya sesekali saja menyanyi atau mengamen ketika kondisi dagangan sepi,” cerita Ipank. Dari kenalan itulah Ipank diminta untuk sering mengunjungi salah satu studio di Muaro Bungo. “Saya harus berjalan kaki lebih dari 2 kilometer untuk sampai ke studio tersebut untuk latihan vokal. Selang beberapa waktu kemudian, salah satu pengelola studio yang juga kenalan istri saya, meminta saya datang ke Bukittinggi untuk masuk dapur rekaman,” terangnya.

Lewat Elta Record, lahirlah album perdana milik Ipank dengan hits single “Cinto Apo Adonyo”. Sejak saat itu kemampuan olah vokalnya semakin terlatih, di samping aktif menciptakan lagu-lagu. Untuk menambah kemampuannya, Ipank tak segan-segan menimba ilmu dari sejumlah penyanyi senior. Sejumlah masukan dan kritikan yang ia dapat menjadi cambuk bagi Ipank untuk menjadi sosol penyanyi yang lebih baik lagi.

Kamu mungkin suka