Vidi Aldiano

27.9k pengikut

Perjalanan Karir Musik Vidi Aldino Vidi Adiano merupakan seorang penyanyi dan aktor berkebangsaan Indonesia. Pria yang merupakan keturunan Minangkabau dan Tiongkok ini bernama asli Oxavia Aldiano yang lahir di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1990. Ia memiliki fans clubnya dengan sebutan ‘Vidies’, di mana memiliki lebih dari ribuan anggota hingga sampai ke negara tetangga seperti, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Singapura. Kehidupan Awal Vidi Aldiano diketahui telah memiliki bakat bermain musik seperti piano semenjak berumur 3 tahun. Ibunya yang seorang guru piano, telah memimbing Vidi sedari kecil untuk mengenal tuts piano dan melatihnya bernyanyi. Terbukti setelah Vidi masih di taman kanak-kanak ia berhasil juara lomba menyanyi. Ia pun terus berprestasi dan menjadi duta kesenian semenjak sekolah. Tak pernah bosan dengan musik, ia kembali menekuni cara bermain biola semenjak menduduki bangku sekolah menengah. Vidi juga tergabung ke dalam sebuah band sekolahan yang membuatnya berhasil mengikuti kompetisi dan memenangkan 1ncredible Band Festival di tahun 2007. Karir Musik Diketahui perjalanan panjang untuk menapaki jalur sukses bukanlah proses instan yang didapat. Begitu pula dengan Vidi, di balik nama besarnya yang sukses menjadi penyanyi terkenal di Indonesia ia memiliki perjuangan yang berat. Vidi mengawali karirnya sebagai penyanyi Jazz yang tampil di beberapa panggung dan pada tahun 2006 ia juga sempat mengikuti audisi Indonesian Idol namun gagal. Ayah Vidi yang bekerja sebagai Event Organizer pada saat itu ikut membantu Vidi untuk mempromosikan album demo yang ia buat sendiri kepada rekan-rekan kerjanya, karena telah mengetahui bakat sang anak. Namun tidak ada yang tertarik satu pun dan beberapa perusahaan rekaman juga menolaknya berkali-kali. Vidi tak berputus asa, ia tetap gigih dan selalu menampilkan bakatnya di depan umum dan ternyata dilirik oleh salah seorang produser musik yang bernama Lala Hamid, ia terpukau dan ingin memproduseri Vidi untuk karir musiknya. Pada tahun 2011, secara sah Vidi bergabung di bawah label Trinity Optima Production, setelah itu ia merilis album pertamanya yang bertajuk Pelangi di Malam Hari. Nama Vidi Aldiano semakin dikenal publik setelah membawakan single hitsnya yang berjudul “Nuansa Bening”. Bahkan Vidi menjadi penyanyi kepercayaan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyanyikan lagu ciptaannya “Jiwaku Terang di Malam Itu” di tahun 2009. Selain tampil secara solo disetiap penampilannya, pada album kedua Vidi juga sempat berkolaborasi dengan penyanyi terkenal lainnya di tanah air, seperti lagu “Apakah Aku Jatuh Cinta” dibawakannya bersama Sherina Munaf pada tahun 2013 dan lagu yang berjudul “Akhirnya” mengajak Alika untuk berkolaborasi. Baru-baru ini pada tanggal 4 September 2020, Vidi kembali mengajak duet penyanyi cantik Prilly Latuconsina untuk single terbarunya yang berjudul “Tak Bisa Bersama”, alasannya mengangkat tema ini karena banyak sekarang terjadi hubungan percintaan yang tengah terjalin dan tiba-tiba harus berakhir hanya karena perbedaan keyakinan dari kedua pasangan.

Baca Lebih Lanjut

About Vidi Aldiano

Perjalanan Karir Musik Vidi Aldino
Vidi Adiano merupakan seorang penyanyi dan aktor berkebangsaan Indonesia. Pria yang merupakan keturunan Minangkabau dan Tiongkok ini bernama asli Oxavia Aldiano yang lahir di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1990. Ia memiliki fans clubnya dengan sebutan ‘Vidies’, di mana memiliki lebih dari ribuan anggota hingga sampai ke negara tetangga seperti, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Singapura.
Kehidupan Awal
Vidi Aldiano diketahui telah memiliki bakat bermain musik seperti piano semenjak berumur 3 tahun. Ibunya yang seorang guru piano, telah memimbing Vidi sedari kecil untuk mengenal tuts piano dan melatihnya bernyanyi. Terbukti setelah Vidi masih di taman kanak-kanak ia berhasil juara lomba menyanyi. Ia pun terus berprestasi dan menjadi duta kesenian semenjak sekolah. Tak pernah bosan dengan musik, ia kembali menekuni cara bermain biola semenjak menduduki bangku sekolah menengah. Vidi juga tergabung ke dalam sebuah band sekolahan yang membuatnya berhasil mengikuti kompetisi dan memenangkan 1ncredible Band Festival di tahun 2007.
Karir Musik
Diketahui perjalanan panjang untuk menapaki jalur sukses bukanlah proses instan yang didapat. Begitu pula dengan Vidi, di balik nama besarnya yang sukses menjadi penyanyi terkenal di Indonesia ia memiliki perjuangan yang berat. Vidi mengawali karirnya sebagai penyanyi Jazz yang tampil di beberapa panggung dan pada tahun 2006 ia juga sempat mengikuti audisi Indonesian Idol namun gagal.
Ayah Vidi yang bekerja sebagai Event Organizer pada saat itu ikut membantu Vidi untuk mempromosikan album demo yang ia buat sendiri kepada rekan-rekan kerjanya, karena telah mengetahui bakat sang anak. Namun tidak ada yang tertarik satu pun dan beberapa perusahaan rekaman juga menolaknya berkali-kali. Vidi tak berputus asa, ia tetap gigih dan selalu menampilkan bakatnya di depan umum dan ternyata dilirik oleh salah seorang produser musik yang bernama Lala Hamid, ia terpukau dan ingin memproduseri Vidi untuk karir musiknya.
Pada tahun 2011, secara sah Vidi bergabung di bawah label Trinity Optima Production, setelah itu ia merilis album pertamanya yang bertajuk Pelangi di Malam Hari. Nama Vidi Aldiano semakin dikenal publik setelah membawakan single hitsnya yang berjudul “Nuansa Bening”. Bahkan Vidi menjadi penyanyi kepercayaan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyanyikan lagu ciptaannya “Jiwaku Terang di Malam Itu” di tahun 2009.
Selain tampil secara solo disetiap penampilannya, pada album kedua Vidi juga sempat berkolaborasi dengan penyanyi terkenal lainnya di tanah air, seperti lagu “Apakah Aku Jatuh Cinta” dibawakannya bersama Sherina Munaf pada tahun 2013 dan lagu yang berjudul “Akhirnya” mengajak Alika untuk berkolaborasi. Baru-baru ini pada tanggal 4 September 2020, Vidi kembali mengajak duet penyanyi cantik Prilly Latuconsina untuk single terbarunya yang berjudul “Tak Bisa Bersama”, alasannya mengangkat tema ini karena banyak sekarang terjadi hubungan percintaan yang tengah terjalin dan tiba-tiba harus berakhir hanya karena perbedaan keyakinan dari kedua pasangan.

Kamu mungkin suka