Payung Teduh

247k pengikut

Payung Teduh adalah band Indonesia yang terinspirasi oleh musik jazz, folk, pop dan indie populer. Dibentuk pada tahun 2007, Teduh terdiri dari Is (vokalis) dan Comi (counter bass) sebagai anggota band awal, kemudian pada tahun 2008, Payung Teduh mengundang Cito untuk bergabung bersama band mereka sebagai drummer, pada 2010 Ivan bergabung sebagai gitaris dan trompet pemain dalam grup. Lagu debut mereka Rainy Winds menciptakan buzz di seluruh negeri dan mendapatkan banyak cinta dan penggemar. Lagu-lagu Payung Teduh seperti ‘Kucari Kamu’, ‘Amy’, ‘Untuk Perempuan yang sedang dalam Pelukan’ dan lainnya menetapkan grup sebagai band terkenal dari genre sendiri dan pada akhir 2010, dimana Payung Teduh merilis album indie pertama mereka. Musik Payung Teduh tidak memiliki batasan dan mereka suka memainkan musik 60'era yang didominasi jazz dan keroncong. Pada tahun 2013, Payung Teduh merilis album studio kedua mereka berjudul “Dunia Batas” dengan label Ivy League Music, sebuah label indie terdiri dari 8 lagu yang dinikmati secara luas oleh para penonton seperti ‘Hanya Dua’, ‘Menuju Senja’, ‘Untuk Wanita yang Berada Dalam Pelukan’ , ‘Rahasia’, ‘Angin Hujan’, ‘Di Akhir Malam’, ‘Gelisah’ dan ‘Pergi’.

Baca Lebih Lanjut
Renung dari Payung Teduh
Renung12 Mei 2020
Masa Kecilku dari Payung Teduh
Masa Kecilku2 Agt 2019
Nanti dari Payung Teduh
Nanti24 Apr 2019
Mendengar Suara dari Payung Teduh
Mendengar Suara4 Agt 2018
Diam dari Payung Teduh
Diam13 Jun 2018

Video & MV

About Payung Teduh

Payung Teduh adalah band Indonesia yang terinspirasi oleh musik jazz, folk, pop dan indie populer. Dibentuk pada tahun 2007, Teduh terdiri dari Is (vokalis) dan Comi (counter bass) sebagai anggota band awal, kemudian pada tahun 2008, Payung Teduh mengundang Cito untuk bergabung bersama band mereka sebagai drummer, pada 2010 Ivan bergabung sebagai gitaris dan trompet pemain dalam grup.

Lagu debut mereka Rainy Winds menciptakan buzz di seluruh negeri dan mendapatkan banyak cinta dan penggemar. Lagu-lagu Payung Teduh seperti ‘Kucari Kamu’, ‘Amy’, ‘Untuk Perempuan yang sedang dalam Pelukan’ dan lainnya menetapkan grup sebagai band terkenal dari genre sendiri dan pada akhir 2010, dimana Payung Teduh merilis album indie pertama mereka.

Musik Payung Teduh tidak memiliki batasan dan mereka suka memainkan musik 60'era yang didominasi jazz dan keroncong. Pada tahun 2013, Payung Teduh merilis album studio kedua mereka berjudul “Dunia Batas” dengan label Ivy League Music, sebuah label indie terdiri dari 8 lagu yang dinikmati secara luas oleh para penonton seperti ‘Hanya Dua’, ‘Menuju Senja’, ‘Untuk Wanita yang Berada Dalam Pelukan’ , ‘Rahasia’, ‘Angin Hujan’, ‘Di Akhir Malam’, ‘Gelisah’ dan ‘Pergi’.

Kamu mungkin suka