Tulus

698.2k pengikut

Pria kelahiran Bukittinggi 33 tahun silam ini merupakan satu dari sekian banyak musisi yang meniti karir nol. Berbekal vokal yang indah dan mimpi untuk berkarir di dunia tarik suara, Tulus saat ini telah menjadi penyanyi top di Indonesia. Tulus awalnya dikenal dengan merilis album mini yang berjudul “Tulus: An Introduction”, disebuah auditorium di kota Bandung. Tulus yang merupakan lulusan arsitektur tersebut melakukan konser yang menjadi pertanda rilis perdana dari albumnya yang merupakan self-titled. Ia disambut dengan sangat antusias pada konser tersebut yang tiketnya sold-out dua minggu sebelum hari-H. Di konser tersebut, ia tampil lengkap dengan band pengiring dan tiga backing vocal yang merupakan bagian dari musisi yang digaet Tulus untuk albumnya tersebut. Album Tulus terdiri dari 10 lagu dimana kesemua lagu tersebut ditulis oleh dirinya. Didepan 200 orang penonton, ia juga menyanyikan lagu lain yang menjadi favoritnya seperti “Merdu Untukmu”, “Teman Pesta”, dan “Crazy” yang menjadi lagu pembuka konser tersebut. Selama 2 bulan persiapan konser, Tulus benar-benar mematangkan penampilannya untuk album pertama dengan menggandeng Ari Renaldi sebagai produser. Genre musik yang diusung Tulus adalah perpaduan electric pop dengan Jazz yang easy listening. Di konser ini juga, ia juga menampilkan duet dengan Isyana Sarasvati dengan menyanyikan lagu “Oh I Never Know” dan “Tuan Nona Kesepian”. 3 tahun kemudian Tulus kembali dengan album yang berjudul “Gajah”, sebuah album yang merupakan pembuktian eksistensi dirinya terhadap luka masa lalu. Iramanya yang lembut, lirik yang menggelitik, dengan paduan musik yang mententramkan hati menjadi point of value dari lagu Gajah. Lagu ini terinspirasi dari masa lalunya yang dibuli karena memiliki badan yang besar. Bully yang lontarkan oleh teman-teman kecilnya tadi dijadikan inspirasi dan kekuatan bagi Tulus untuk menjadi optimis dan betul saja, lagu tersebut akhirnya menjadi hits. Lagu ini mengajarkannya untuk selalu positif akan cacian dari orang lain, memfokuskan diri pada kelebihan daripada kekurangan diri. Dengan mencontoh gaja yang setiakawan, ia juga tidak mengajarkan untuk balas dendam dan agar selalu memiliki hati yang lapang karena ucapan yang buruk bisa menjadi doa yang baik. Di album Gajah, juga terapat lagu “Sepatu” yang tidak ketinggalan sorotan. Lagu yang sempat menempati urutan ke 18 di iTunes Indonesia di tahun 2014 ini bercerita tentang arti persahabatan yang klasik. Menceritakan indahnya saling menyayangi, tulus dengan ramah menanyikannya diiringi musik yang sedikit up-beat. Kemudian lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya” memberikan suasanya romantis yang berkelas dengan liriknya. Tidak seperti kebanyakan lagu romantis Indonesia yang receh, disini bisa terlihat lirik yang ditulis sangat dewasa dan matang. Menunjukkan pasangan yang memiliki emosional stabil dan positif.

Baca Lebih Lanjut
Adu Rayu
Adu Rayu22 Feb 2019
Labirin
Labirin7 Sep 2018

About Tulus

Pria kelahiran Bukittinggi 33 tahun silam ini merupakan satu dari sekian banyak musisi yang meniti karir nol. Berbekal vokal yang indah dan mimpi untuk berkarir di dunia tarik suara, Tulus saat ini telah menjadi penyanyi top di Indonesia.
Tulus awalnya dikenal dengan merilis album mini yang berjudul “Tulus: An Introduction”, disebuah auditorium di kota Bandung. Tulus yang merupakan lulusan arsitektur tersebut melakukan konser yang menjadi pertanda rilis perdana dari albumnya yang merupakan self-titled. Ia disambut dengan sangat antusias pada konser tersebut yang tiketnya sold-out dua minggu sebelum hari-H. Di konser tersebut, ia tampil lengkap dengan band pengiring dan tiga backing vocal yang merupakan bagian dari musisi yang digaet Tulus untuk albumnya tersebut.
Album Tulus terdiri dari 10 lagu dimana kesemua lagu tersebut ditulis oleh dirinya. Didepan 200 orang penonton, ia juga menyanyikan lagu lain yang menjadi favoritnya seperti “Merdu Untukmu”, “Teman Pesta”, dan “Crazy” yang menjadi lagu pembuka konser tersebut. Selama 2 bulan persiapan konser, Tulus benar-benar mematangkan penampilannya untuk album pertama dengan menggandeng Ari Renaldi sebagai produser.
Genre musik yang diusung Tulus adalah perpaduan electric pop dengan Jazz yang easy listening. Di konser ini juga, ia juga menampilkan duet dengan Isyana Sarasvati dengan menyanyikan lagu “Oh I Never Know” dan “Tuan Nona Kesepian”.
3 tahun kemudian Tulus kembali dengan album yang berjudul “Gajah”, sebuah album yang merupakan pembuktian eksistensi dirinya terhadap luka masa lalu. Iramanya yang lembut, lirik yang menggelitik, dengan paduan musik yang mententramkan hati menjadi point of value dari lagu Gajah. Lagu ini terinspirasi dari masa lalunya yang dibuli karena memiliki badan yang besar. Bully yang  lontarkan oleh teman-teman kecilnya tadi dijadikan inspirasi dan kekuatan bagi Tulus untuk menjadi optimis dan betul saja, lagu tersebut akhirnya menjadi hits. Lagu ini mengajarkannya untuk selalu positif akan cacian dari orang lain, memfokuskan diri pada kelebihan daripada kekurangan diri. Dengan mencontoh gaja yang setiakawan, ia juga tidak mengajarkan untuk balas dendam dan agar selalu memiliki hati yang lapang karena ucapan yang buruk bisa menjadi doa yang baik.
Di album Gajah, juga terapat lagu “Sepatu” yang tidak ketinggalan sorotan. Lagu yang sempat menempati urutan ke 18 di iTunes Indonesia di tahun 2014 ini bercerita tentang arti persahabatan yang klasik. Menceritakan indahnya saling menyayangi, tulus dengan ramah menanyikannya diiringi musik yang sedikit up-beat. Kemudian lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya” memberikan suasanya romantis yang berkelas dengan liriknya. Tidak seperti kebanyakan lagu romantis Indonesia yang receh, disini bisa terlihat lirik yang ditulis sangat dewasa dan matang. Menunjukkan pasangan yang memiliki emosional stabil dan positif.

Kamu mungkin suka